Jejak Panjang Weha Membangun Kepercayaan Industri Pertanian

Di balik setiap produk yang dipercaya pasar, selalu ada perjalanan panjang yang membentuk kualitasnya. Hal itu pula yang menjadi fondasi PT Weha Agro Sejahtera. Sebelum menghadirkan pupuk NPK Nagaemas seperti yang dikenal saat ini, perjalanan perusahaan telah dimulai puluhan tahun lalu melalui PT Sri Rejeki Fertilizer, sebuah usaha yang lahir dari semangat riset, inovasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Jejak tersebut bermula pada tahun 1985 ketika Bapak Handoko Trenggono hijrah dari Malang ke Jakarta. Ketertarikannya pada dunia pertanian membawanya aktif berdiskusi dengan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Dari berbagai diskusi dan eksperimen sederhana di garasi rumah, Bapak Handoko mulai mengembangkan pupuk tablet NPK yang kemudian dikenal dengan nama Pamafert. Inovasi ini hadir sebagai solusi pemupukan yang lebih praktis dan efisien, sekaligus menjadi salah satu pionir pupuk tablet di Indonesia.

Seiring berkembangnya kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan, usaha tersebut kemudian berdiri secara resmi sebagai PT Sri Rejeki Fertilizer. Selama bertahun-tahun, Sri Rejeki terus mengembangkan berbagai produk, mulai dari Pamafert untuk beragam komoditas, Pupuk Organik Plus (POP), Mikrosil Soil Stabilizer, hingga produk mikro tablet. Pengembangan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi pemupukan yang relevan bagi berbagai kebutuhan budidaya tanaman.

Pamafert sendiri menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perusahaan. Produk ini dirancang dengan konsep pelepasan nutrisi secara bertahap (continuous released fertilizer), sehingga unsur hara dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal. Selain tersedia untuk perkebunan kelapa sawit, Pamafert juga dikembangkan untuk komoditas seperti karet, kakao, kopi, tanaman kehutanan, hortikultura, hingga buah-buahan. Pendekatan tersebut memperlihatkan fokus Sri Rejeki dalam menghadirkan formulasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai jenis tanaman.

Tongkat estafet kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya. Setelah Bapak Handoko wafat pada tahun 2009, keluarga melanjutkan pengembangan perusahaan dengan visi yang lebih besar. Pada 25 Juni 2020, lahirlah PT Weha Agro Sejahtera sebagai transformasi dari pengalaman panjang yang telah dibangun selama puluhan tahun. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama perusahaan, melainkan langkah untuk menghadirkan sistem produksi yang lebih modern, kapasitas yang lebih besar, serta tata kelola perusahaan yang semakin profesional.

Kini, Weha telah memiliki empat fasilitas produksi modern di Deli Serdang, Gresik, dan Tangerang. Weha juga terus memperluas kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan Indonesia. Berbekal pengalaman yang berakar dari Sri Rejeki Fertilizer, Weha menghadirkan pupuk NPK Nagaemas dengan formulasi nutrisi yang presisi dan mutu fisik yang terkontrol. Pendekatan tersebut mencerminkan filosofi yang telah dijaga sejak awal perjalanan perusahaan, yaitu menghasilkan solusi pemupukan yang konsisten, terukur, dan mampu mendukung produktivitas secara berkelanjutan. Perjalanan dari sebuah garasi sederhana hingga menjadi perusahaan pupuk modern menunjukkan bahwa kepercayaan tidak dibangun dalam waktu singkat. Bagi Weha, inovasi yang terus berkembang selama puluhan tahun menjadi fondasi utama dalam menghadirkan produk yang dapat diandalkan. Melalui Nagaemas, pengalaman panjang tersebut terus dilanjutkan untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia dengan solusi pemupukan yang semakin presisi dan terpercaya.